Lima Festival Paling Kontroversial di Dunia

Pegelaran festival merupakan salah satu acara pesta rakyat yang biasanya di tunggu dan di meriahkan di pelbagai negara di seluruh dunia. Sebagai acara yang tak biasa, suasana perhelatan festival biasanya sangat gembira, meriah, sembari merayakan kearifan lokal masyarakat penyelenggara setempat. Bila pintar mengelola, kegiatan festival dapat menjadi sumber pemasukan devisa negara karena festival unik selalu di tunggu dan dinanti oleh para turis mancanegara.

Namun, di dunia ini ternyata ada segelintir ajang festival yang justru menimbulkan banyak kontroversi. Alih-alih berjalan suka cita festival-festival ini malah banyak di kecam banyak orang. Bahkan tak sedikit banyak orang yang menyuarakan agar festival-festival ini tidak dilakukan lagi. 

Salah satunya adalah festival perayaan Yulin di China, festival membunuh dan makan daging anjing ini menuai banyak kecaman dari dunia internasional lantaran menyiksa dan membunuh binatang dalam jumlah yang banyak. Meski begitu dengan alasan warisan nenek moyang masyarakat tetap melakukan festival yang terbilang kontroversial ini.


Festival Kanamara Matsuri -  Jepang

Lima Festival Paling Kontroversial di Dunia

Ini bukan kali pertama bagi Jepang untuk mengadakan sebuah festival yang mengarak patung berbentuk alat vital manusia. Kanamara Matsuri dan Ososo Matsuri adalah festival tahunan Jepang yang terbilang sangat kontroversi namun telah dikenal luas dengan parade uniknya yang memamerkan alat vital pria dan wanita.

Dirayakan setiap tahun pada 29 April di Osawa Hot Spring, Konsei Matsuri dipercaya dapat mendatangkan kehamilan bagi para peserta wanita, serta membuat mereka jadi enteng jodoh. Karena ukuran kolam air panas di Osawa Hot Spring tidak terlalu besar, penyelenggara festival hanya menunjuk beberapa wanita untuk melakukan ritual tersebut. Sementara mereka yang tidak dipilih, dilarang keras untuk ikut masuk ke dalam kolam pemandian.

Selama festival berlangsung, para peserta wanita akan melakukan ritual pencucian patung kayu berbentuk penis dengan berat sekitar 150 kilogram dan panjang 1,4 meter. Kemudian, salah seorang peserta wanita yang beruntung akan ditunjuk untuk menunggangi patung tersebut.

Festival World Naked Bike Ride

Lima Festival Paling Kontroversial di Dunia

World Naked Bike Ride, event sepeda telanjang internasional tahunan kembali diadakan. Festival unik ini selalu membawa kisah unik setiap tahunnya. Tahun ini, World Naked Bike Ride yang berlangsung di Kent, Inggris pada tanggal 29 Mei 2015 lalu menghadirkan cerita lucu. Dilaporkan Mirror UK, salah satu peserta diamankan oleh polisi sebelum acara resmi dimulai. Penyebabnya, pria yang tak disebutkan namanya tersebut ketahuan ereksi.

Meskipun sekilas terkesan porno, sejatinya World Naked Bike Ride adalah event yang sengaja diusung sebagai kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan sejumlah isu sosial. Sementara World Naked Bike Ride yang dilangsungkan di Kent ini bertujuan untuk mengingatkan para pengguna mobil agar lebih menghargai hak-hak pesepeda.

Para peserta memang dianjurkan untuk tidak mengenakan pakaian. Namun tindakan yang berhubungan dengan aktivitas seksual sama sekali tidak diperbolehkan selama acara berlangsung.

Festival Love Parade

Lima Festival Paling Kontroversial di Dunia

Love Parade, festival tahunan yang diadakan di Jerman setiap awal musim panas. Sebenarnya, Love Parade bukan festival seks resmi, namun bisa dibilang di sana adalah 'surga' bagi para pasangan yang ingin bercinta di taman, padang rumput, boleh dibilang di sembarang tempat.

Diadakan pertama kali pada tahun 1989, Love Parade sekarang telah ditiadakan, karena memicu banyak kecaman. Love Parade sebenarnya adalah festival musik dan dansa elektronik di jalanan. Love Parade pertama kali diadakan di Berlin Barat, pada tahun 1989. Sejak saat itu, Love Parade pun dilangsungkan di berbagai kota di Jerman.

Love Parade terakhir kali dilangsungkan pada tahun 2010 lalu. Namun bukan aksi kebebasan yang menyebabkan festival ini dilarang selamanya, melainkan kekacauan yang memakan 21 korban meninggal dan 510 luka-luka gara-gara panitia tidak membatasi peserta.

Festival bonbin orang Afrika

Lima Festival Paling Kontroversial di Dunia

Ini adalah festival yang mengundang kontroversi internasional karena bermuatan rasis. Pameran di Edinburgh, Skotlandia itu menampilkan kebun binatang manusia. Tepatnya yang dipamerkan adalah orang Afrika berkulit hitam. Sang pemrakarsa adalah seniman Afrika Selatan bernama Brett Bailey. Dia mengaku merancang kandang-kandang berisi manusia itu berdasarkan kejadian nyata pada abad 19.

Pada masa itu, warga Eropa dan Amerika Serikat biasa mendatangkan suku terpencil dari Benua Hitam untuk diamati layaknya hewan. Walau niat Brett ingin mengingatkan pengunjung akan kekejaman rasisme dua abad lampau, beberapa orang merasa terhina. Termasuk para penonton kulit putih yang justru merasa instalasi seni itu tidak mengkritik praktik rasisme di masa lalu, tapi malah mengulanginya di masa sekarang.

"Apa bedanya kandang manusia kulit hitam ini dengan yang dulu pernah ditonton warga abad 19?" ujar salah satu pengunjung, seperti dilansir the Guardian (11/8/2014).

Festival perayaan Yulin

Lima Festival Paling Kontroversial di Dunia

Para pecinta hewan tentunya tahu perayaan Yulin yang digelar tiap tahun di China. Perayaan tradisional ini sudah sejak lama mengundang protes dari para pecinta hewan. Menurut leluhur China, tradisi makan daging anjing dan kucing ini dinilai bagus untuk kesehatan dan membawa keberuntungan.

Pada tahun ini, Festivel Yulin digelar pada tanggal 22 Juni, tepat pada musim panas. Lebih dari 10.000 anjing dan kucing akan dibakar dan dijual bebas di seluruh wilayah China. Dalam Festival Yulin ini, tidak diketahui dari mana anjing-anjing tersebut berasal, bisa jadi para pedagang mencuri anjing yang terlepas milik orang lain.

Perayaan makan anjing besar-besaran ini rupanya baru berjalan sekitar 25 tahun, tepatnya pada 1990. Cara mereka membunuh anjing-anjing ini juga amat sadis. Beragam cara mereka membunuh anjing untuk perayaan ini, namun semuanya dilakukan secara sadis. Ada yang lehernya dijepit dan kemudian si anjing digantung hingga mati, ada juga yang langsung direbus hidup-hidup.

Tentu saja perayaan ini membuat para pecinta hewan sedunia marah. Saya datang ke Yulin untuk melakukan kampanye melawan perayaan tersebut. Saya rasa perayaan itu bisa jadi besar seperti ini lantaran dijadikan lahan bisnis para pedagang," ujar Xing Hai, seperti dilansir dari Daily Mail.

Seorang wanita, bernama Yang Xiaoyun bahkan rela menempuh perjalanan 1.652 mil demi menyelamatkan anjing-anjing tersebut.

Nah, itulah setidaknya lima festival paling kontroversial di dunia, memang festival ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang selalu dilakukan. Namun jika festival ini telah mendatangkan banyak kontroversi ada baiknya festival ini dihentikan. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lima Festival Paling Kontroversial di Dunia"

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.